Jangan Panggil Kami Ustadz!

Sabil Rasyid:

Jangan panggil kami ustadz gara-gara di wajah kami tumbuh jenggotnya.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara pakaian kami tidak isbal.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara di jidat kami ada tanda hitamnya, bisa jadi itu karena kulit kami yang sensitif jika bersentuhan dengan benda keras (lantai tempat sujud).

Jangan panggil kami ustadz gara-gara kadang kami pakai pecis.

Originally posted on Al Bandary:

Jangan panggil kami ustadz gara-gara di wajah kami tumbuh jenggotnya.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara pakaian kami tidak isbal.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara di jidat kami ada tanda hitamnya, bisa jadi itu karena kulit kami yang sensitif jika bersentuhan dengan benda keras (lantai tempat sujud).

Jangan panggil kami ustadz gara-gara kadang kami pakai pecis.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara kami mengajak shalat berjama’ah di masjid.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara kami kadang ngaji (tilawah Al-Qur’an) di tempat umum.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara kami mengajak untuk datang kajian.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara kami memberi sms motivasi nan islami.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara kami tidak berpacaran.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara status facebook, twitter, blog kami yang kadang-kadang sok ‘alim.

Jangan panggil kami ustadz…

Jangan panggil kami ustadz, karena yang demikian belum tentu ustadz.

Ustadz paham ilmu agama secara mendalam dan mengajarkannya. Sedangkan kami? Kami hanyalah muridnya…

View original 40 more words

Apa Kata Ulama Tentang Syi’ah?

Apa Kata Ulama Tentang Syi’ah?.

Imam Malik -rahimahullah- (w 179) berkata, “Orang yang mencela sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memiliki tempat dalam Islam.” (Sunnah, Al Khallal, 1/493)

Beliau juga pernah ditanya bagaimana menyikapi orang-orang Rafidhah, maka ia menjawab, “Jangan berbicara kepada mereka dan jangan bersikap manis, karena mereka semua pendusta.” (Minhaj Sunnah, 1/61)

Selengkapnya pada Apa Kata Ulama Tentang Syi’ah?.

EKSIS Adakan Salon Kepribadian

EKSIS Rohis Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang, hari Sabtu, 7 Juni 2014 akan mengadakan Seminar Kemuslimahan (SEMUSIM).

Acara yang di-handle oleh Departemen Annisa ini rencananya akan mendatangkan Asma Nadia, pembicara tingkat nasional yang sudah banyak menulis buku best seller dan mendapat berbagai macam penghargaan.

Dengan tema yang sama dengan judul buku karya pembicaranya yaitu Salon Kepribadian Jangan Jadi Muslimah Nyebelin ini, harapannya peserta kelak akan menjadi muslimah yang tidak menyebalkan.

Banyak manfaat dan fasilitas yang in syaa Allah akan peserta dapatkan.

Bagi pengunjung blog ini yang berminat untuk mengikuti, silahkan untuk mendaftarkan diri anda ke panitia. Adapun cara mendaftar dan biaya pendaftarannya bisa anda lihat di pamflet berikut.

#JUST FOR MUSLIMAH

SEMUSIM

Kumpulan Artikel dalam Blog Ini

Rehat dalam perjalanan panjang

Assalamu’alaikum wa rahmatullah.

Tak terasa sudah lebih dari 3 tahun blog ini mengudara di jagat maya. Perjalanan yang cukup panjang ini sudah membawa kami sejauh ini. Meskipun tidak banyak yang kami bagikan dalam blog ini, cukup kiranya rasa puas yang didapatkan dari menulis, atau membagikan ide dalam tulisan. Selain tentunya rasa menyesal bila ada kesalahan di sana-sini.

Baca Lanjutannya…

Ketika Akal Berjalan Sebagaimana Mestinya

Beberapa waktu yang lalu, media lokal maupun internasional memberitakan kebiasaan yang jarang dilakukan oleh pesepakbola kelas dunia, kecuali pesepakbola muslim yang taat. Ya, dia Cristiano Ronaldo yang berusaha menjauhi minuman beralkohol dan tidak mentato bagian tubuhnya sebagaimana dilakukan para pesepakbola dunia ketika sudah mencapai karir tertingginya.

Dikutip HamroFootball, belum lama ini, Ronaldo dikenal menjauhi minuman beralkohol untuk bisa tetap bugar. Pilihan itu ditempuhnya lebih karena ingin berdamai dengan masa lalunya.

Ternyata dibalik upayanya itu, CR7 (sapaan akrab Ronaldo) memang memiliki alasan yang logis. Alasan itu karena ayah Ronaldo, Jose Diniz Averio meninggal pada usia 52 tahun akibat terserang penyakit yang diakibatkan kegemarannya menenggak minuman keras. Kehilangan ayah yang dikenal gemar banting tulang karena berasal dari keluarga pas-pasan pada usia 20 tahun, membuatnya tidak ingin mengulang kesalahan bodoh ayahnya.

Baca Lanjutannya…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 237 pengikut lainnya.