Waktu adalah pedang


The time is money

Itulah slogan kaum materialis yang menganggap bahwa waktu akan menghasilkan uang. Mereka mengisi waktu mereka hanya dengan urusan uang. Mencari uang, lalu menghabiskannya, foya-foya, hura-hura. Mereka menganggap dunia ini tak akan berakhir, mereka melalaikan mati. Mereka telah terjebak kesenangan sesaat yang mereka dapat dari mengumbar nafsu. Budaya mereka telah menular ke dalam diri remaja muslim negeri ini khususnya dan remaja muslim dunia umumnya.

Sebagai pemuda-pemudi Islam, seharusnya kita tidak ikut-ikutan seperti mereka. Kita punya semboyan sendiri. Al waqtu ka sh-shaif. Waktu adalah pedang. Kalau kita tidak memanfaatkan waktu itu, kita akan dipotong oleh pedang itu.

Itulah, betapa besarnya perhatian Islam dengan waktu. Oleh karena itu, kita mestinya bisa memanfaatkan waktu hidup yang singkat ini dengan baik.

Kita punya pegangan yang kuat tentang waktu. “Demi masa, sesungguhnya manusia dalam kerugian, kecuali orang yang beriman dan beramal sholeh, yang mengingatkan dalam kebenaran dan mengingatkan dalam kesabaran.” (Qur’an Surah Al-‘Ashr)

Masa kita “ngibadah” melulu  –tidur (tidurnya orang puasa adalah ibadah)– setiap hari. Kalau kita pikir-pikir, dalam satu hari saja, lebih banyak mana kegiatan yang bermanfaat (produktif) dengan kegiatan yang sia-sia? Kebanyakan kita pasti jawab banyakan yang sia-sia ―pasti gak ngaku!― meskipun ada yang jawab banyakan bermanfaat. Misalnya nih, kalau kita sholat, paling-paling kan lima menit aja, terus dikali lima –kalau masih bolong-bolong lain ceritanya–, jadinya ya … hitung sendiri saja. Lihat, berarti kita mendekat dengan Allah saja hanya sebentar –gak ada sejam― dalam sehari. Dibandingkan dengan kegiatan lainnya, misalnya ngobrol, bisa ngabisin waktu sejam ―malah lebih. Sungguh ironis memang. Saya tidak mau bilang kalau kita harus sholat terus, dalam sehari misalnya 50 kali gitu. Tapi selain itu masih banyak kegiatan yang bermanfaat. Ingat ya, kegiatan apa pun yang tidak menjadikan kita merasa takut kepada Allah, berarti kegiatan itu tidak diridhoi oleh Allah. Berarti kita melakukan hal yang sia-sia belaka.

Kebanyakan kita bercita-cita mau mengubah dunia, padahal untuk mengubah dirinya sendiri saja kedodoran. Makanya, kita harus mulai dari diri sendiri, dari hal yang paling kecil dan mulai sekarang juga (mengutip kata AA Gym). Kita harus gunakan waktu yang telah diberikan kepada kita dengan sebaik-baiknya

Ingat lima perkara sebelum lima perkara, …lapang sebelum sempit

Gunakan waktu yang lapang sebelum waktu mengejar-ngejarmu. Jadi, jangan the time is money, tapi the time is sword!

 

————

Terakhir disunting pada 25 Juni 2011

Silakan berikan gagasan mengenai tulisan ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s