Menghindar dari televisi


Video Killed the Radio Star menandai akhir era bintang-bintang radio di Inggris. Lagu lawas band The Buggles ini menyorot nostalgia dekade 1930-an ketika televisi lahir dan bermekaran di mana-mana, menumbuhkan selebriti-selebriti baru: para bintang televisi. Sekaligus mematikan artis-artis lama: para bintang radio.
Itulah awal mula pengaruh televisi merebak di sekitar kita. Saat ini, televisi –kita– pun telah mengubah segala macam aspek kehidupan. Istilahnya televisi bukan lagi sebagai tontonan, tetapi sudah menjadi tuntunan. Tayangan-tayangan di televisi itu pun banyak yang tidak bermutu. Pengaruhnya sangat terasa bagi anak-anak. Misalnya saja film-film animasi yang ditayangkan membuat anak-anak masa kini memiliki standar tinggi dalam banyak hal.
Tayangan-tayangan itu tentunya berdampak buruk bagi anak-anak. Lalu bagaimana ‘menyelamatkan’ mereka dari itu semua?
  • Membuka ruang diskusi
Dampingi anak saat menonton. Ada dua macam tipe pendampingan aktif, yaitu menyertai obrolan kritis terhadap tayangan yang sedang ditonton anak; dan pendampingan pasif, cukup menemani duduk. 
  • Menyediakan satu televisi di rumah.
Sangat tidak dianjurkan menyediakan masing-masing satu televisi di kamar. Ini akan meminimalkan pengawasan orang tua. Jangan mentang-mentang orang kaya, “gua punya duit banyak,” terus bisa beli TV berapa pun. 
  • Letakkan televisi anda di ruangan publik.
Jangan jadikan kegiatan menonton televisi sebagai sesuatu yang nyaman. Kalau bisa pilihlah ruangan yang dipenuhi orang lalu lalang 
  • Dekatkan anak dengan buku.
Buatlah membaca itu gampang dan menyenangkan bagi anak anda dengan cara membuat buku berada di sekitar mereka. Buatlah perhatian anak teralih dari televisi dan mencari kegiatan lain yang lebih bermanfaat. 
  • Ajak bercocok tanam.
Televisi menjauhkan kita dari alam. Bercocok tanam mengajarkan banyak hal. Anak bisa belajar makna tumbuhan dan bertanggung jawab. Mulailah dari membiakkan satu pot bunga saja. Maka, setiap kali ia menyiram bunganya di pagi hari, sang anak akan paham bahwa tanaman adalah seperti kita semua. Diawali dari benih, tumbuh, berkembang dan kelak mati 
  • Ajak meihat awan.
Anak-anak zaman sekarang tak dibiasakan menikmati langit. Padahal awan menggantung setiap hari di atas kita. Seperti layar raksasa, awan menghadirkan bentuk-bentuk unik, kadang seperti kuda nil atau pesawat terbang. Ajaklah anak membuat puisi tentang awan atau sebuah cerita tentang bagaimana rasanya hidup di atas awan. Ini bisa memicu daya imajinasi dan kreativitas. 
  • Ajak menulis surat.
Teknologi telah melumpuhkan tradisi lama ini. Tapi ternyata menulis surat melatih banyak hal. Anak diajarkan untuk mengenali prosedur pengiriman barang (amplop, perangko dan berkenalan dengan petugas pos. Menulis surat juga melatih saraf motorik dan membuat anak senang bila menerima balasan. 
  • Ajak jalan-jalan.
Sekedar berkeliling lingkungan rumah untuk menyapa para tetangga. Atau jalan-jalan ke taman kota. Jalan-jalan juga bisa mengurangi kecemasan. 
  • Mari berenang.
Anak suka bermain air. Jika bosan berenang di kolam sekitar, ajak anak ke pantai. Anak bisa membuat istana pasir dan mengoleksi kerang-kerang yang dantik. 
  • Bersepeda.
Cobalah bersepeda pagi-pagi bersama seluruh keluarga. Ajak pula anak untuk menghias sepedanya menjadi sepeda yang indah 
  • Memasak.
Anak lelaki pun tidak ada salahnya untuk diajak memasak bersama. Anak-anak memasak makanan ringan yang unik dan mengasyikkan. Misalnya membuat puding semangka. 
  • Rapikan rumah dan halaman.
Lazimnya ini pekerjaan pembantu rumah tangga. Kali ini, ajak anak anda untuk memerhatikan tempat tinggalnya sendiri 
  • Bercengkerama dengan keluarga.
Penelitian menyebutkan 54 persen anak berusia 4 hingga 6 tahun mengaku lebih senang menonton televisi daripada bermain dengan ayahnya. Para orangtua juga mengaku bahwa mereka hanya menghabiskan sekitar 40 menit perhari untuk melakukan percakapan yang berarti dengan anaknya. Jangan biarkan televisi mencuri lagi waktu emas anda. 
  • Mengerjakan keterampilan tangan.
Banyak buku sekarang yang mengajarkan membuat kerajinan tangan, sehingga kita bisa melakukannya secara otodidak. Keterampilan tangan bisa dalam bentuk bermacam ragam, mulai dari menyulam, origami sampai membuat bunga dari sabun mandi.
television fucking children nowtime

Intinya, televisi telah merenggut waktu anak-anak sekarang dari masa bahagianya. Kembalikan mereka ke masa bahagia anak kecil seperti yang kita rasakan dulu sewaktu kanak-kanak.

Silakan berikan gagasan mengenai tulisan ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s