Tujuan Hidup


Is not Allah sufficient for his servant? - II
Is not Allah sufficient for his servant? – II (Photo credit: д§mд)

Apa tujuan hidup kita ini? Sebagian orang mengatakan ingin sukses, atau berguna bagi bangsa dan negara, dsb. Yang lainnya lagi mengatakan, tujuan hidup adalah liang kubur. Malah ada yang mengatakan seperti: muda foya-foya, tua kaya-raya, mati masuk surga. Begitulah, dikiranya surga milik Simbahnya. Tetapi tak ada salahnya kan, kita bercita-cita?
Semua itu hanyalah pendapat sebagian orang. Selain itu masih ada banyak lagi tujuan-tujuan hidup yang ingin diraih seseorang. Akhir dari kehidupan ini adalah maut. Ia menjadi pemisah antara kehidupan sekarang (dunia) dan kehidupan nanti (akhirat). Sebelum mati, ada pertanyaan dari Allah yang harus kita jawab,

فَأَيْنَ تَذْهَبُونَ

“Maka ke manakah kamu akan pergi?” (QS. At Takwir: 26)

Inilah pertanyaan dasar untuk apa kita ini hidup. Lalu, dalam bagian lain Allah berfirman,

وَهَدَيْنَاهُ النَّجْدَيْنِ

“dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan,” (QS. Al Balad: 10)

Inilah yang menjadi dasar pertanyaan tadi. Kemana akan pergi? Surga yang kekal atau neraka?
Ternyata bukan itu. Karena orang yang cerdas akan menjawab dengan tegas sebagaimana jawaban Nabi Ibrahim:

وَقَالَ إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَى رَبِّي سَيَهْدِينِ

“dan Ibrahim berkata:”Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku.”(QS. Ash Shoffat: 99)

Inilah jawaban terbaik itu! Sungguh, tujuan kita sebenarnya adalah Allah! Lho, Allah kok menjadi tujuan? Maksudnya, kita hanya mengharap ridho-Nya. Tak usahlah mengharap surga-Nya. Tak usah pula mengharap balasan pahala atas amal kita. Ikhlas. Ya, ridholah yang mengantarkan kita pada Allah. Karena jika kita ridho pada-Nya, maka Ia pun akan meridhoi kita. Dan yang paling penting, jangan beribadah atau beramal hanya karena takut neraka.
Untuk menuju pada Allah, kita harus konsisten. Inilah jalan takwa. Orang yang istiqamah di jalan ini adalah mereka yang telah membekali dirinya dengan sebaik-baik bekal. Allah berfirman:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الألْبَابِ

“… Berbekallah, dan Sesungguhnya Sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku Hai orang-orang yang berakal.” (QS. Al Baqarah: 197)

Yang bisa menyelamatkan kita dan menemani kita ketika di liang lahad, di alam barzah, di alam akhirat adalah amal kita sendiri. Dan bukan sembarang amal yang bisa menyelamatkan kita itu, amal yang baik dan terbaiklah ia. Bertakwalah pada Allah. Allahu a’lam.

Silakan berikan gagasan mengenai tulisan ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s