Kenapa Harus Yahudi?


Saya mengasumsikan bahwa anda sudah membaca 5 tulisan sebelumnya. Semuanya membahas tentang Yahudi sebagai biang onar di dunia ini. Saya menerbitkan tulisan-tulisan tersebut karena kali pertama saya mengetahui tentang Yahudi juga seperti itu. Saya anggap itu sebagai doktrin yang belum hilang dari pemikiran saya. Sebelumnya, saya awam tentang kelompok-kelompok pembenci Islam seperti itu.

Lalu setelah saya berusaha memahaminya lebih lanjut, timbul prasangka bahwa mungkin saja orang-orang yang menyebarkan informasi tentang kejelekan Yahudi tersebut justru punya maksud lain atau ingin mengambil untung jika umat Islam membenci Yahudi. Dengan kata lain, nurani saya berontak bahwa mana mungkin umat Islam yang sejatinya bukan pembenci disodorkan dogma bahwa kita harus membenci Yahudi karena segala keburukannya. Tetapi saya kembali ingat bahwa umat Islam benci terhadap non-Muslim dikarenakan mereka itu menyekutukan Allah atau bahkan tidak mengakui Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang harus disembah. Maka saya menganalogikan kebencian terhadap yahudi adalah seperti itu.

Kemudian timbul pertanyaan, kenapa harus yahudi? Kenapa Yahudi harus membenci Islam? Kenapa yahudi harus menghancurkan umat Islam? Jawaban dari itu semua bisa ditemukan dari sejarah. Dalam Al-Quran telah dijelaskan bahwa yahudi adalah kaum pembangkang, sehingga mereka dikutuk dan dilaknat oleh Allah. Dan jika ditelisik lebih lanjut dari asal muasalnya, alasan kenapa yahudi tidak rela jika Islam ada di muka bumi dan bahkan menyebar luas adalah karena mereka dengki. Ya, cuma satu kata itu, dengki, karena Bani Israil (yahudi) atau Bani Ya’kub putra Ishaq putra Ibrahim dari istri pertama, mereka tidak sudi mengakui kenabian Rasulullah Muhammad SAW yang beliau adalah keturunan nabi Ismail putra Ibrahim dari istri kedua yang dianggap oleh yahudi adalah budak. Jadi, singkatnya yahudi menganggap Rasulullah SAW adalah keturunan budak. Tentu saja kaum angkuh tersebut tidak mau mengikuti baginda Rasulullah SAW. Bahkan mereka selalu berupaya untuk membunuh Rasulullah semasa hidupnya.

Karena yahudi ini kaum yang gigih, meskipun dari awal sudah gagal untuk menghancurkan Islam, mereka menyusun rencana yang lebih dari itu, yaitu ingin menguasai dunia yang hingga sekarang rencana itu masih berjalan. Rencana besar mereka yang telah berhasil adalah membuat negara Israel di atas bumi Palestina, yang sejak berdirinya mereka terus merampas hak-hak masyarakat Palestina seluruhnya. Mulai dari tanah air, hingga rasa aman untuk hidup mereka rampas. Tetapi apakah masyarakat Palestina menyerah? Lihatlah bahwa sampai sekarang mereka tetap bertahan dengan perlawanan yang mereka lakukan terhadap yahudi. Itu semua adalah pertolongan Allah atas ketakwaan mereka walaupun dalam himpitan penjajahan zionis.

Tidak diragukan lagi bahwa rencana yahudi untuk menguasai dunia terus dijalankan sampai sekarang. Kita semua berpeluang untuk dikuasai oleh mereka, jika mereka benar-benar berhasil. Tetapi yang terpenting adalah jika kita benar-benar bertakwa pada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya kita bisa mengalahkan mereka. Insya Allah.

Tetapi sungguh, seolah-olah tidak ada jalan bagi kita meraih kemenangan itu, karena takwa tanpa persatuan umat adalah bagaikan lidi-lidi yang belum menjadi sapu, tidak bermakna. Dan pada saat ini, kita dihadapkan pada perbedaan-perbedaan umat yang berlandaskan ashobiyah, atau kepentingan golongan semata. Cita-cita membangun kembali kekhilafahan Islam belum benar-benar akan terwujud, jika ashobiyah masih saja hinggap dalam tiap-tiap firqoh atau golongan. Jadi, marilah saudara-saudara seiman se-Islam semua, bersatu-padulah kita dalam jalan Allah, niscaya Allah akan memberi hidayah-Nya. Amin.

Silakan berikan gagasan mengenai tulisan ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s