Adab dalam Bercakap


 Allah menciptakan kita dengan satu mulut dan dua telinga. Pelajaran apa yang bisa diambil? Benar, kita ternyata diperintah untuk lebih banyak mendengarkan daripada berbicara. Tetapi ada gunanya juga kita berbicara asalkan baik. Baik ucapannya, baik kata-katanya, baik pula cara penyampaiannya. Berikut ini adab dalam bercakap-cakap atau berbicara.

  1. ucapan bermanfaat

“barangsiapa mengaku beriman kepada Allah dan hari pembalasan hendaknya ia berkata yang baik atau diam.” (Bukhari)

  1. bernilai sedekah

‘’setiap tulang itu memiliki kewajiban sedekah setiap hari. Di antaranya ialah memboncengkan orang lain di atas kendaraannya, membantu mengangkatkan barang orang lain ke atas tunggangannya, atau sepotong kalimat yang diucapkan dengan baik dan santun.” (Bukhari)

  1. menjauhi pembicaraan sia-sia

‘’Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh jaraknya dariku pada hari kiamat adalah para penceloteh lagi banyak bicara.” (at Tirmidzi)

  1. tidak ghibah

‘’…dan janganlah ada di antara kalian yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.” (al-Hujurat [49]: 12)

  1. stop mengadu domba

‘’tak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba.” (Muttafaq Alaih)

  1. stop dusta

‘’sesungguhnya kejujuran itu mendatangkan kebaikan, dan kebaikan itu berujung kepada surga. Dan orang yang senantiasa berbuta jujur niscaya tercatat sebagai orang jujur. Dan sesungguhnya kebohongan itu mendatangkan kejelekan, dan kejelekan itu hanya berujung kepada neraka. Dan orang yang suka berbohong niscaya tercatat di sisi Allah sebagai orang pendusta.” (al-Bukhari)

  1. menghindari berdebat

‘’aku menjamin istana di halaman surga bagi mereka yang meninggalkan perdebatan meskipun ia berhak atas itu.” (Abu Dawud)

  1. tak memotong pembicaraan

suatu hari seorang Baduwi datang menemui Rasulullah ia langsung memotong pembicaraan beliau dan bertanya tentang hari kiamat. Namun rasulullah tetap melanjutkan hingga selesai bicara. Setelah itu baru beliau mencari si penanya tadi. (al-Bukhari)

  1. tidak saling mengolok

‘’wahai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka (yang diperolok) itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula perempuan mengolok perempuan yang lain. Karena boleh jadi perempuan (yang diperolok) itu lebih baik dari perempuan itu. Jangan kamu saling mencela satu sama lain. Dan jangan kamu saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah yang buruk (fasiq) setelah beriman. Dan barang siapa yang tidak bertobat maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (al-Hujurat [49]: 11)

  1. pandai menjaga rahasia

‘’tiadalah seorang muslim menutupi rahasia saudaranya di dunia kecuali Allah menutupi rahasianya pada hari kiamat.” (Muslim)


Silakan berikan gagasan mengenai tulisan ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s