Istri Ideal di Hadapan Pria


Woman wearing a hijab (Muslim veil or headscar...
Woman wearing a hijab (Muslim veil or headscarf) at the 2006 Arabic Arts Festival in Liverpool. (Photo credit: Wikipedia)

Agak sulit mendefinisikan siapa sebenarnya istri ideal di hadapan laki-laki. Karena pandangan seorang pria terhadap masalah ini sangat tergantung pada siapa dan bagaimana dia dia memandangnya. Pandangan pria terhadap istri ideal setidaknya dipengaruhi tiga faktor. Pertama, cara berpikir dan pandangan hidup pria tersebut. Kedua, hawa nafsu pria tersebut. Ketiga, panggilan fitrah dirinya.

Seorang yang bergulat di dunia bisnis boleh jadi memandang bahwa wanita karir merupakan wanita ideal. Pria yang berselera seni memandang bahwa wanita yang menyukai seni merupakan wanita idealnya. Karena cara berpikir, pandangan hidup, dan hobi seseorang sangat berpengaruh dalam menentukan hal ini.

Selain itu, daya khayal kaum pria dipengaruhi dengan angan-angan mendambakan wanita yang sesuai dengan seleranya. “Cantik”, itulah kata kunci yang didambakan pria. Keinginan terhadap hal ini adalah fitrah. Tapi cantik itu sebenarnya relatif, tergantung pada hawa nafsu orang yang memandangnya. Di zaman dahulu, orang Arab memandang wanita wanita yang cantik ideal adalah yang bertubuh gemuk sehingga kesuburan tubuh wanita itu menjadi simbol kecantikannya. Sementara sekarang ini, wanita yang rampinglah yang disukai. Ada pula pria memandang wanita berkulit putih itu menarik tetapi banyak pula yang memandang bahwa wanita berkulit hitamlah yang lebih menarik baginya. Pendeknya, kecantikan menurut pria itu berbeda-beda.

Fitrah pria terhadap wanita juga sangat mempengaruhi cara penilaiannya. Secara fitri, di manapun juga, laki-laki ingin menguasai perempuan. Karena itu, setiap laki-laki mendambakan wanita yang dapat mentaatinya. Dengan kata lain, hampir setiap pria menyatakan bahwa wanita yang penurut kepada dirinya, itulah yang ideal.

Pandangan Islam

Istri ideal menurut pandangan Islam jelas tidak didasari pada hawa nafsu manusia. Ini bukan berarti Islam mengabaikan kecantikan wanita karena Islam tidak membunuh hawa nafsu. Islam datang untuk mengendalikan hawa nafsu itu agar sesuai dengan kehendak Allah dan Rasul-Nya. Islam mengikuti fitrah setiap manusia, kemudian mendudukkan fitrah itu sesuai dengan syariatnya yang sempurna. Maka pandangan Islam terhadap istri ideal sangat bermanfaat bagi pria mana pun.

Sejarah nabi-nabi terdahulu menunjukkan bahwa seorang pria yang sholih lagi taat belum tentu berpasangan dengan wanita yang baik-baik dan taat pula. Nabi Nuh dan Luth yang sholih itu beristrikan wanita yang tidak patuh pada syariat Allah. Namun perlu diingat, pada akhirnya, Allah memisahkan mereka karena berlainan jalan.

Dalam rumah tangga Rasulullah saw. dan para sahabatnya terjadi sebaliknya. Seluruh istri Rasulullah merupakan istri dan wanita teladan bagi setiap muslimah dalam ibadah dan ketaatan. Demikian pula istri sahabat nabi yang membangkang, misalnya tak mau turut hijrah, akan ditinggalkan di kota Makkah. Syariat memungkinkan pria menceraikan istrinya bertahap dan bijaksana. Bila seorang wanita tidak mau mengikuti suaminya, maka tersedia jalan yang memungkinkan dirinya memisahkan istrinya dan mencari wanita lain yang sesuai dengan kriteria Islam.

Syariat Islam memungkinkan seorang muslim beristrikan wanita ideal dalam pengertian yang sebenarnya. Setiap pria yang sholih dan taat kepada Allah akan memperoleh istri ideal sesuai firman Allah,

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji(pula) dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik pula dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).” (QS An Nur 26)

Berdasarkan ayat ini, kita yakin bahwa jodoh yang akan Allah berikan pada seseorang disesuaikan dengan kondisi orang tersebut di hadapan Allah swt. Seorang muslim yang sholih mencari wanita ideal tidaklah sulit, sepanjang ia tidak berorientasi pada keinginan syahwat serta mengikuti petunjuk kitabullah dan sunnah Rasul-Nya. Kriteria wanita ideal menurut Al-Quran adalah firman Allah,

“Sebab itu, wanita yang sholih adalah yang taat kepada Allah lagi memelihara  diri di balik pembelakangan suaminya oleh karena Allah telah memelihara mereka.” (QS An Nisa’ 34)

Yang taat maksudnya adalah senantiasa tunduk patuh kepada aturan Allah dan Rasul-Nya. Juga kepada perintah dan larangan suaminya meskipun suaminya itu tidak ada di rumah. Dengan kata lain, memiliki kesetiaan yang total kepada pria yang menjadi pemimpinnya. Ungkapan Allah “karena Allah telah memelihara mereka” menunjukkan bahwa ciri muslimah seperti ini dapat diketahui sebelum wanita tersebut menikah.

Kiat pria Muslim mencari wanita sholihah

Bagaimanakah seorang pria muslim dapat mengetahui ketaatan seorang wanita kepada Allah. Padahal dalam Islam ada perintah “ghodul bashor” (menundukkan pandangan) terhadap wanita. Islam tetap memelihara hubungan akhlak pria dan wanita tetapi juga memberikan kiat berikut ini.

1. Yang paling utama adalah mengetahui akhlak dan tindakannya dalam kehidupan sehari-hari, sebab semua orang yang beriman dan beramal sholih tampak dalam kehidupannya sehari-hari. Ciri yang menunjukkan kesholihan seorang muslimah adalah ibadah khusyu’, berpakaian muslimah, cara berbicaranya tidak dibuat-buat, tidak memandang pria yang bukan mahromnya, bergaul dengan sesama muslimah, baik yang berbusana muslimah ataupun yang tidak, dengan akhlak karimah. Pengamatan ini bisa dilakukan dengan bertanya kepada siapa saja yang mengenalnya. Jangan sampai diketahui bahwa sang pria memperhatikan muslimah itu, karena ia bisa salah tingkah atau tindakannya menjadi dibuat-buat.
2. Ketika khitbah, pria muslim diperkenankan melihat kondisi rumah tangga wanita tersebut.
Dengan mendatangi rumahnya atau bersilaturrahim kepada kedua orang tuanya, ia dapat menanyakan peran wanita tersebut kepada keluarganya. Biasanya, dari keturunan baik dan taat dapat diperoleh wanita yang sholihah. Namun sekarang ini, tidak jarang wanita sholihah yang berasal dari keluarga yang kurang atau tidak taat pada ajaran agama.
3. Apabila hal di atas belum cukup memadai, bila masih ragu lihatlah peranan wanita tersebut dalam dakwah Islam. Wanita yang taat pada masa sekarang ini mau tidak mau harus terlibat dalam kegiatan dakwah Islam.

Di masa lampau, orang tua yang baik dan patuh kepada ajaran Islam menjodohkan anak-anaknya berdasarkan agama. Namun, lama-kelamaan banyak orang tua yang menjadikan faktor materi sebagai ukuran. Perjodohan dengan motivasi duniawi seperti itu tentu saja menyalahi ajaran Islam dan wajib ditolak.

Dalam pengamatan kita sekarang ini mulai bermunculan muslim dan muslimah yang dipertemukan oleh para pembimbing (ustadz) mereka di pengajian, majelis ta’lim, dan kegiatan-kegiatan Islam lainnya. Cara seperti ini lebih afdhol dan terpelihara dari kerusakan akhlak serta terhindar dari mendekati zina (pacaran). Seorang ustadz yang baik tidak hanya melihat kekufu’an (kesetaraan) muridnya di bidang agama, tetapi perlu pula melihat dari sudut intelektualitas, latar belakang ekonomi keluarga, dan kepantasan dari segi wajahnya.

One thought on “Istri Ideal di Hadapan Pria

Silakan berikan gagasan mengenai tulisan ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s