Jangan Panggil Kami Ustadz!


Jangan panggil kami ustadz gara-gara di wajah kami tumbuh jenggotnya.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara pakaian kami tidak isbal.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara di jidat kami ada tanda hitamnya, bisa jadi itu karena kulit kami yang sensitif jika bersentuhan dengan benda keras (lantai tempat sujud).

Jangan panggil kami ustadz gara-gara kadang kami pakai pecis.

al-Bandary

Jangan panggil kami ustadz gara-gara di wajah kami tumbuh jenggotnya.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara pakaian kami tidak isbal.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara di jidat kami ada tanda hitamnya, bisa jadi itu karena kulit kami yang sensitif jika bersentuhan dengan benda keras (lantai tempat sujud).

Jangan panggil kami ustadz gara-gara kadang kami pakai pecis.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara kami mengajak shalat berjama’ah di masjid.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara kami kadang ngaji (tilawah Al-Qur’an) di tempat umum.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara kami mengajak untuk datang kajian.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara kami memberi sms motivasi nan islami.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara kami tidak berpacaran.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara status facebook, twitter, blog kami yang kadang-kadang sok ‘alim.

Jangan panggil kami ustadz…

Jangan panggil kami ustadz, karena yang demikian belum tentu ustadz.

Ustadz paham ilmu agama secara mendalam dan mengajarkannya. Sedangkan kami? Kami hanyalah muridnya…

Lihat pos aslinya 40 kata lagi

Silakan berikan gagasan mengenai tulisan ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s