Merasa Tak Pantas Untuk Berdakwah | Muslim.Or.Id

Bismillahirrahmanirrahim. Kutipan berikut kami ambil, semoga menjadi pengingat dan ajakan untuk kami. Semoga blog ini menjadi amalan kami dalam berdakwah melalui media internet, terlepas dari kekurangan-kekurangan yang kami miliki. Dan semoga ada faedahnya untuk pembaca yang budiman.

Akan tetapi bila ia jujur dalam berdakwah, ikhlas dalam mengajak manusia kepada kebaikan,  maka sesungguhnya Allah menerima amal kebaikannya berupa ajakannya kepada manusia untuk melakukan amal kebaikan dan melarang mereka dari kemungkaran. Semoga hal ini menjadi penghapus dosanya atau memperkecil hukumannya atas kekurangan yang ada pada dirinya (tidak mengamalkan yang ia perintahkan).

via Merasa Tak Pantas Untuk Berdakwah | Muslim.Or.Id.

Pemuda Ansor, Jadilah Pembela Islam

Pada awal-awal berdirinya, Ansor, yang merupakan organisasi kepemudaan NU, selalu membela Islam dari penjajah dan musuh-musah Islam lainnya. Ansor dulu tidak pernah menjadi antek penjajah.

KH. Wahid Hasyim pada acara reuni Pengurus Besar Ansor Nadlatul Ulama (nama lama GP Ansor) pada 14 Desember 1949 di Surabaya mengemukakan pentingnya membangun kembali organisasi Pemuda Ansor karena dua hal: (1) Untuk membentengi perjuangan umat Islam Indonesia; (2) Untuk mempersiapkan diri sebagai kader penerus NU.

via Pemuda Ansor, Jadilah Pembela Islam (1) – Hidayatullah.com.

Jangan Panggil Kami Ustadz!

Jangan panggil kami ustadz gara-gara di wajah kami tumbuh jenggotnya.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara pakaian kami tidak isbal.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara di jidat kami ada tanda hitamnya, bisa jadi itu karena kulit kami yang sensitif jika bersentuhan dengan benda keras (lantai tempat sujud).

Jangan panggil kami ustadz gara-gara kadang kami pakai pecis.

al-Bandary

Jangan panggil kami ustadz gara-gara di wajah kami tumbuh jenggotnya.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara pakaian kami tidak isbal.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara di jidat kami ada tanda hitamnya, bisa jadi itu karena kulit kami yang sensitif jika bersentuhan dengan benda keras (lantai tempat sujud).

Jangan panggil kami ustadz gara-gara kadang kami pakai pecis.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara kami mengajak shalat berjama’ah di masjid.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara kami kadang ngaji (tilawah Al-Qur’an) di tempat umum.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara kami mengajak untuk datang kajian.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara kami memberi sms motivasi nan islami.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara kami tidak berpacaran.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara status facebook, twitter, blog kami yang kadang-kadang sok ‘alim.

Jangan panggil kami ustadz…

Jangan panggil kami ustadz, karena yang demikian belum tentu ustadz.

Ustadz paham ilmu agama secara mendalam dan mengajarkannya. Sedangkan kami? Kami hanyalah muridnya…

Lihat pos aslinya 40 kata lagi

Kumpulan Artikel dalam Blog Ini

Rehat dalam perjalanan panjang

Assalamu’alaikum wa rahmatullah.

Tak terasa sudah lebih dari 3 tahun blog ini mengudara di jagat maya. Perjalanan yang cukup panjang ini sudah membawa kami sejauh ini. Meskipun tidak banyak yang kami bagikan dalam blog ini, cukup kiranya rasa puas yang didapatkan dari menulis, atau membagikan ide dalam tulisan. Selain tentunya rasa menyesal bila ada kesalahan di sana-sini.

Lanjutkan membaca Kumpulan Artikel dalam Blog Ini