Merasa Tak Pantas Untuk Berdakwah | Muslim.Or.Id

Bismillahirrahmanirrahim. Kutipan berikut kami ambil, semoga menjadi pengingat dan ajakan untuk kami. Semoga blog ini menjadi amalan kami dalam berdakwah melalui media internet, terlepas dari kekurangan-kekurangan yang kami miliki. Dan semoga ada faedahnya untuk pembaca yang budiman.

Akan tetapi bila ia jujur dalam berdakwah, ikhlas dalam mengajak manusia kepada kebaikan,  maka sesungguhnya Allah menerima amal kebaikannya berupa ajakannya kepada manusia untuk melakukan amal kebaikan dan melarang mereka dari kemungkaran. Semoga hal ini menjadi penghapus dosanya atau memperkecil hukumannya atas kekurangan yang ada pada dirinya (tidak mengamalkan yang ia perintahkan).

via Merasa Tak Pantas Untuk Berdakwah | Muslim.Or.Id.

Iklan

Kumpulan Artikel dalam Blog Ini

Rehat dalam perjalanan panjang

Assalamu’alaikum wa rahmatullah.

Tak terasa sudah lebih dari 3 tahun blog ini mengudara di jagat maya. Perjalanan yang cukup panjang ini sudah membawa kami sejauh ini. Meskipun tidak banyak yang kami bagikan dalam blog ini, cukup kiranya rasa puas yang didapatkan dari menulis, atau membagikan ide dalam tulisan. Selain tentunya rasa menyesal bila ada kesalahan di sana-sini.

Lanjutkan membaca Kumpulan Artikel dalam Blog Ini

Ketika Akal Berjalan Sebagaimana Mestinya

Beberapa waktu yang lalu, media lokal maupun internasional memberitakan kebiasaan yang jarang dilakukan oleh pesepakbola kelas dunia, kecuali pesepakbola muslim yang taat. Ya, dia Cristiano Ronaldo yang berusaha menjauhi minuman beralkohol dan tidak mentato bagian tubuhnya sebagaimana dilakukan para pesepakbola dunia ketika sudah mencapai karir tertingginya.

Dikutip HamroFootball, belum lama ini, Ronaldo dikenal menjauhi minuman beralkohol untuk bisa tetap bugar. Pilihan itu ditempuhnya lebih karena ingin berdamai dengan masa lalunya.

Ternyata dibalik upayanya itu, CR7 (sapaan akrab Ronaldo) memang memiliki alasan yang logis. Alasan itu karena ayah Ronaldo, Jose Diniz Averio meninggal pada usia 52 tahun akibat terserang penyakit yang diakibatkan kegemarannya menenggak minuman keras. Kehilangan ayah yang dikenal gemar banting tulang karena berasal dari keluarga pas-pasan pada usia 20 tahun, membuatnya tidak ingin mengulang kesalahan bodoh ayahnya.

Lanjutkan membaca Ketika Akal Berjalan Sebagaimana Mestinya

Berhati-hatilah dengan Lisan Kita

jaga lisan bro
Sst! (Photo credit: Google Image)

Kadang kita tidak sadar dengan apa yang telah kita ucapkan. Tiba-tiba keluar ucapan dari mulut kita tanpa kita ketahui apakah yang telah kita ucapkan itu memuji Allah atau malah mengumpat. Besar kemungkinan ketidaksadaran itu muncul akibat dari kebiasaan kita.

Bagus, jika ketidaksadaran tersebut muncul dari kebiasaan yang baik. Akan tetapi, sayang jika ketidaksadaran tersebut merupakan buah dari kebiasaan buruk. Misalnya, ketika dengan tidak sengaja kita terpeleset dan jatuh, alam bawah sadar kita akan mengatakan sebagaimana yang biasa kita ucapkan. Apakah kita akan mengucapkan Innalillahi atau kita akan mengumpat. Itulah hasil dari kebiasaan kita, berkata baik atau mengumpat.

Lanjutkan membaca Berhati-hatilah dengan Lisan Kita

Permainan

Kita pastinya sangat akrab mendengar tentang sepak bola pada sekarang ini. Hampir setiap pekan disiarkan pertandingan sepak bola di televisi. Di koran mana saja pasti ada rubrik bola, dipisah dari tema olah raga secara umum. Bahkan di koran yang mengaku sebagai koran muslim. Lalu banyak juga tabloid-tabloid yang khusus membahas tentang bola. Ini memperlihatkan kepada kita bahwa seolah-olah sepak bola itu diminati oleh semua orang, atau setidaknya sebagian banyak orang. Terlebih lagi saat Timnas Indonesia bertanding melawan negara lain, banyak yang menghubung-hubungkan masalah nasionalisme dalam mendukung timnas. Sesuatu yang saya kira baru adalah sejak piala AFC tahun 2010 lalu, lebih banyak gadis  yang menggilai bola mau menonton pertandingan di stadion dibandingkan sebelumnya.  Mungkin karena ada hal yang menarik menurut mereka.

Lain lagi dengan para kiyai. Ternyata ada juga, atau mungkin sudah biasa bahwa kiyai menggandrungi bola, mungkin karena tertarik pada euforia masyarakat sekarang ini. Mereka juga banyak yang bangun malam untuk menonton pertandingan atau lebih tepatnya permainan olah raga itu. Bedanya dengan orang biasa, mereka sholat malam dulu, lalu mendoakan agar tim yang didukungnya menang, menurut saya pribadi.

Menurut Dr. M Quraish Shihab, permainan itu sudah tidak lagi menjadi permainan, tapi telah berubah menjadi gabungan antara seni, siasat, pengetahuan, ketegaran, serius, dan ngotot. Ia mampu mengalahkan segala aktivitas serius serta kenyamanan yang didambakan. Manusia banyak yang rela berkorban untuk sekedar mengikuti arus demam olah raga, meski mereka sendiri adalah orang-orang yang berbadan loyo yang tak pernah berolah raga.

Jika Bill Clinton mengatakan permainan bola sebagai sesuatu yang dapat mempersatukan bangsa-bangsa di dunia, itu hanyalah kiasan. Bola yang bulat memang bergerak dinamis dan memukau, sehingga orang yang menyaksikan  akan sangat terhibur dan lupa dengan segala kesibukan yang setiap harinya menjadi beban, seperti kiyai yang masih sempat menggilai bola tadi. Entah itu beban politik, ekonomi, maupun pekerjaan lain yang serius. Namun yang lebih memprihatinkan, jika permainan bola itu dicampuri dengan dukun dan sebangsanya. Bahwa dari dunia permainan yang indah itu dapat melahirkan fikrah syirik yang tak diampuni Allah swt.

Memang dunia ini adalah permainan (QS Al Hadid 20), permainan yang mengandung konsekuensi serius. Permainan yang indah sebagaimana Allah juga indah dan menyukai keindahan. Permainan di dunia ini akan menjadi indah manakala dilakukan dengan bersih. Dan bersih itu sendiri berarti tiadanya pelanggaran dan atau penyimpangan dari hal-hal yang telah digariskan.

Mengapa dalam olah raga mesti ada unsur pelanggaran syar’i? Mengapa dalam olah raga mesti ada pamer aurat? Mengapa dalam olah raga mesti ada taruhan dan judi? Inilah yang sesungguhnya merusak keindahan permainan. Tapi di mata orang-orang yang berhati rusak, semua itu malah dianggap estetika dalam permainan. Na’udzubillah min dzalik.

Oh manusia, ingatlah bahwa Ilahmu seharusnya hanya Allah saja. Hadapkanlah dan luruskanlah semua arah permainan hidup ini hanya untuk-Nya, untuk mengikuti jalan-Nya.

Jika diseru demikian, mungkin banyak juga orang yang amat setuju. Karena konsepsi dasar Islam itu memang sesuai dengan fitrah jiwa yang suci seluruh keturunan Adam ini. Namun dalam realitas masih jelas, bahwa demi estetika, aurat harus dipamerkan. Bahwa dari gerak tubuh, pakaian mesti diminimkan. Bahwa demi nonton tim kesayangan, sholat subuh kesiangan. Dan demi alasan tertentu yang mengatasnamakan olah raga, judi lalu dihalalkan.

Jika demikian halnya, syirik pulalah adanya, sebab banyak hal yang bisa dijadikan alasan justifikasi. Ada ilah-ilah yang menandingi Allah, yang bahkan dapat menggugurkan batasan-batasan-Nya. Wallahu a’lam.