Pemuda Ansor, Jadilah Pembela Islam

Pada awal-awal berdirinya, Ansor, yang merupakan organisasi kepemudaan NU, selalu membela Islam dari penjajah dan musuh-musah Islam lainnya. Ansor dulu tidak pernah menjadi antek penjajah.

KH. Wahid Hasyim pada acara reuni Pengurus Besar Ansor Nadlatul Ulama (nama lama GP Ansor) pada 14 Desember 1949 di Surabaya mengemukakan pentingnya membangun kembali organisasi Pemuda Ansor karena dua hal: (1) Untuk membentengi perjuangan umat Islam Indonesia; (2) Untuk mempersiapkan diri sebagai kader penerus NU.

via Pemuda Ansor, Jadilah Pembela Islam (1) – Hidayatullah.com.

Jangan Panggil Kami Ustadz!

Jangan panggil kami ustadz gara-gara di wajah kami tumbuh jenggotnya.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara pakaian kami tidak isbal.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara di jidat kami ada tanda hitamnya, bisa jadi itu karena kulit kami yang sensitif jika bersentuhan dengan benda keras (lantai tempat sujud).

Jangan panggil kami ustadz gara-gara kadang kami pakai pecis.

al-Bandary

Jangan panggil kami ustadz gara-gara di wajah kami tumbuh jenggotnya.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara pakaian kami tidak isbal.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara di jidat kami ada tanda hitamnya, bisa jadi itu karena kulit kami yang sensitif jika bersentuhan dengan benda keras (lantai tempat sujud).

Jangan panggil kami ustadz gara-gara kadang kami pakai pecis.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara kami mengajak shalat berjama’ah di masjid.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara kami kadang ngaji (tilawah Al-Qur’an) di tempat umum.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara kami mengajak untuk datang kajian.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara kami memberi sms motivasi nan islami.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara kami tidak berpacaran.

Jangan panggil kami ustadz gara-gara status facebook, twitter, blog kami yang kadang-kadang sok ‘alim.

Jangan panggil kami ustadz…

Jangan panggil kami ustadz, karena yang demikian belum tentu ustadz.

Ustadz paham ilmu agama secara mendalam dan mengajarkannya. Sedangkan kami? Kami hanyalah muridnya…

Lihat pos aslinya 40 kata lagi

Apa Kata Ulama Tentang Syi’ah?

Apa Kata Ulama Tentang Syi’ah?.

Imam Malik –rahimahullah– (w 179) berkata, “Orang yang mencela sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memiliki tempat dalam Islam.” (Sunnah, Al Khallal, 1/493)

Beliau juga pernah ditanya bagaimana menyikapi orang-orang Rafidhah, maka ia menjawab, “Jangan berbicara kepada mereka dan jangan bersikap manis, karena mereka semua pendusta.” (Minhaj Sunnah, 1/61)

Selengkapnya pada Apa Kata Ulama Tentang Syi’ah?.

EKSIS Adakan Salon Kepribadian

EKSIS Rohis Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang, hari Sabtu, 7 Juni 2014 akan mengadakan Seminar Kemuslimahan (SEMUSIM).

Acara yang di-handle oleh Departemen Annisa ini rencananya akan mendatangkan Asma Nadia, pembicara tingkat nasional yang sudah banyak menulis buku best seller dan mendapat berbagai macam penghargaan.

Dengan tema yang sama dengan judul buku karya pembicaranya yaitu Salon Kepribadian Jangan Jadi Muslimah Nyebelin ini, harapannya peserta kelak akan menjadi muslimah yang tidak menyebalkan.

Banyak manfaat dan fasilitas yang in syaa Allah akan peserta dapatkan.

Bagi pengunjung blog ini yang berminat untuk mengikuti, silahkan untuk mendaftarkan diri anda ke panitia. Adapun cara mendaftar dan biaya pendaftarannya bisa anda lihat di pamflet berikut.

#JUST FOR MUSLIMAH