Mendidik Anak Unggul untuk Menghadapi Masa Depan

Anak Unggul

anak unggulan
ilustrasi

Ini era globalisasi, jaman iptek. Kalau mau mengikuti ulasan Tofler, maka manusia modern telah melalui dua gelombang besar peradabannya, era pertanian dan era industri. Sekarang, kata Tofler, manusia sedang memasuki gelombang ketiga yang penuh kejutan-kejutan besar, era reformasi.

Ulasan Tofler itu dijadikan rujukan oleh John Naisbitt. Cuma yang terakhir ini mencoba memberi isi yang menjadi ciri dari setiap gelombang. Pada era pertanian, kata Naisbitt, manusia berhubungan dengan alam. Pada era industri manusia berhubungan dengan pabrik. Dan pada era informasi manusia berhubungan dengan manusia. Manusia adalah makhluk super kompleks. Karena itu berhubungan dengan manusia mempunyai banyak dimensi yang serba kompleks.

Karena teknologi transportasi dan telekomunikasi sudah sedemikian canggih, maka hubungan antartempat dan antarmanusia berlangsung dengan cepat. Filosofi materialisme yang telah mendominasi dunia membuat ukuran dan target hidup manusia, baik pada skala individual maupun sosial, juga terangkai dalam deretan angka-angka. Ini memberikan stimulasi baru untuk memperkokoh posisi waktu dan kemudian menjelmakannya secara sosial dalam bentuk makna ini, yaitu kecepatan. Kecepatan adalah standar sosial. Sampai di sini, maka informasi, di zaman ini, adalah salah satu kekuatan baru. Lanjutkan membaca Mendidik Anak Unggul untuk Menghadapi Masa Depan

Iklan

Cerdas Media

social media
social media (Photo credit: Sean MacEntee)

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika datang kepadamu orang fasik membawa berita, maka telitilah kebenarannya…” (Al-Hujurat [49]: 6)

Joseph Gobel, juru propaganda Nazi dan Hitler, pernah berkata, “Jika kita mengulang-ulang kebohongan sesering mungkin, maka lama kelamaan rakyat pasti akan mempercayai kebohongan itu sebagai kebenaran.” Lanjutkan membaca Cerdas Media

Yahudi Motivator Kejahatan

Conspiracy
Conspiracy (Photo credit: Norte_it [Dario J Laganà])
Orang-orang yahudi dan nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya). Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” Al Baqoroh 120

Pendahuluan

Masalah yahudi dan zionisme adalah masalah dunia. Hampir setiap bangsa tersentuh kejahatannya. Oleh sebab itu membicarakan mengenai tingkah laku dan ulah yahudi dalam perjalanan umat manusia mengalami kesulitan yang amat sangat. Memang sifat ketertutupan yahudi merupakan trade mark yang unik sejak dahulu kala. Karenanya, mengankat tema pembicaraan tentang keyahudian memerlukan bahan acuan yang kaya akan bukti-bukti akurat yang telah teruji validitasnya.

Namun demikian, sejak sekitar satu setengah abad yang silam ada beberapa buku mengenai aktivitas yahudi yang sempat beredar, satu di antaranya adalah buku Konglomerat Rothschild, karya Demachy. Sayangnya, buku ini tak banyak disoroti orang, khususnya tentang keluarga Rothschild dari sisi politik. Padahal mereka ini yang pada hakikatnya 50% setidaknya yang bertanggung jawab atas pertumpahan darah yang menimpa bangsa eropa sejak tahun 1770. masalah lain yang senada membeberkan ulah yahudi adalah berjudul Yahudi Internasional. Buku ini memaparkan kekuasaan yahudi atas Amerika dengan bahasa yang mudah dipahami.

Begitu pula mengenai dokumen rahasianya dalam Protokol Zionisme yang ditulis oleh Prof Nilus. Dalam kata pengantarnya ia berseru kepada bangsanya agar berhati-hati akan satu bahaya yang belum terjadi. Dengan seruan itu terbongkarlah niat jahat Yahudi dan huru-hara pun tak bisa dikendalikan lagi, di mana saat itu telah terbantai lebih kurang 10.000 orang yahudi. Theodore Herzl, tokoh zionis internasional berteriak geram atas terbongkarnya protokolat mereka yang rahasia itu, karena tercuri dari pusat penyimpanannya yang dirahasiakan. Lanjutkan membaca Yahudi Motivator Kejahatan

Kenapa Harus Yahudi?

Saya mengasumsikan bahwa anda sudah membaca 5 tulisan sebelumnya. Semuanya membahas tentang Yahudi sebagai biang onar di dunia ini. Saya menerbitkan tulisan-tulisan tersebut karena kali pertama saya mengetahui tentang Yahudi juga seperti itu. Saya anggap itu sebagai doktrin yang belum hilang dari pemikiran saya. Sebelumnya, saya awam tentang kelompok-kelompok pembenci Islam seperti itu.

Lalu setelah saya berusaha memahaminya lebih lanjut, timbul prasangka bahwa mungkin saja orang-orang yang menyebarkan informasi tentang kejelekan Yahudi tersebut justru punya maksud lain atau ingin mengambil untung jika umat Islam membenci Yahudi. Dengan kata lain, nurani saya berontak bahwa mana mungkin umat Islam yang sejatinya bukan pembenci disodorkan dogma bahwa kita harus membenci Yahudi karena segala keburukannya. Tetapi saya kembali ingat bahwa umat Islam benci terhadap non-Muslim dikarenakan mereka itu menyekutukan Allah atau bahkan tidak mengakui Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang harus disembah. Maka saya menganalogikan kebencian terhadap yahudi adalah seperti itu.

Kemudian timbul pertanyaan, kenapa harus yahudi? Kenapa Yahudi harus membenci Islam? Kenapa yahudi harus menghancurkan umat Islam? Lanjutkan membaca Kenapa Harus Yahudi?

Sifat-sifat Yahudi

Satu-persatu pemimpin para mujahid Muslim Palestina menjemput kesyahidan akibat dibunuh secara kejam oleh kaum zionis Israel. Setelah pemimpin Hammas Syaikh al-Mujahid Ahmad Yassin dibunuh Israel pada 18 April 2004, belum sebulan kemudian, Abdul Aziz ar-Rantissi, pengganti Syaikh Yassin, juga mengalami hal yang sama.

Inilah pelaksanaan sumpah Perdana Menteri Israel Ariel Sharon yang akan terus membantai para mujahid Muslim Palestina dan para pemimpin mereka. Seperti biasa, kekejaman Yahudi Israel atas para mujahid Palestina itu mendapat dukungan sekutu terdekatnya, yakni Amerika (AS). AS juga yang selalu memveto resolusi PBB yang mengutuk pembantaian yang dilakukan teroris Israel atas kaum Muslim Palestina, termasuk ketika Syaikh Yassin terbunuh. Kenyataan ini semakin menunjukkan bahwa ‘perang melawan terorisme’ yang diusung oleh AS bukanlah perang terhadap ‘terorisme yang sebenarnya’, melainkan perang terhadap Islam dan umatnya.

Mengapa semua itu terjadi? Pertama, kuatnya lobi Yahudi di AS. Ariel Sharon pernah berkata kepada Simon Peres yang mengkhawatirkan Israel akan kehilangan bantuan AS jika negeri ini tidak menghentikan berbagai serangan. Sharon menjawab, Lanjutkan membaca Sifat-sifat Yahudi