Adab Salam dalam Kehidupan Sehari-hari

“Orang Yahudi itu kaum pendengki. Dan tidak ada kedengkian mereka yang lebih besar selain kepada ‘salam’ (ucapan assalamu’alaikum) dan amin.”

As Salam, Peaceful Sanctuary
As Salam (Asma’ul Husna), Peaceful Sanctuary (Photo credit: Sunflower Central)

Ucapan assalamu’alaikum adalah salah satu syi’ar Islam. Bahkan syi’ar yang satu ini termasuk yang paling populer di kalangan kaum Muslimin. Betapa tidak, dari anak kecil yang baru belajar bicara hingga orang tua yang mulai sulit bicara, begitu akrab dengan ucapan ini. Tidak mengherankan bila orang-orang yahudi, seperti disebutkan oleh Rasulullah saw., begitu benci dengan syi’ar yang sederhana untuk diucapkan, namun memiliki arti yang dalam itu.

Pernah seorang Arab gunung menyapa Rasulullah saw. dengan an’im shabahan (selamat pagi), maka Rasulullah saw. mengatakan “Allah swt. telah mengganti ucapan itu dengan yang lebih baik yaitu assalamu’alaikum.”

“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu” (QS. An-Nisa‘: 86)

“Kalian tidak akan masuk surga sehingga beriman, dan tidaklah beriman sehingga saling mencintai. Inginkah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang jika dilakukan, kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim)

Lanjutkan membaca Adab Salam dalam Kehidupan Sehari-hari

Iklan

Allah-lah Yang Berkehendak…

Allah ta’ala berhak untuk memberikan hidayah atau tidak memberikan hidayah kepada makhluk-Nya. Dan memang hidayah itu milik Allah, sebagaimana firman Allah dalam Qur’an Surat Al Qashash ayat 56.

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk”.
Ibnu katsir mengatakan mengenai tafsir ayat ini, “Allah mengetahui siapa saja dari hambanya yang layak mendapatkan hidayah, dan siapa saja yang tidak pantas mendapatkannya”. Lanjutkan membaca Allah-lah Yang Berkehendak…

Adab dalam Berdoa

Shalat solusi segala permasalahan
Shalat solusi segala problema (Photo credit: jauhari)

Berdoa adalah ungkapan kesadaran akan kekerdilan diri dan kebesaran Allah. Ia teruntai dari ma’rifat tentang kelemahan diri dan kekuatan, keperkasaan, serta kegagahan-Nya. Ia merupakan refleksi dari kepapaan dan ketergantungan makhluk kepada khaliknya. Ia tidak akan dilantunkan oleh manusia yang gumedhe (takabur) dan tidak mungkin dimiliki oleh selain manusia yang rendah hati di hadapan-Nya.

Tidak sulit dipahami, doa disebut ibadah. Bahkan menurut sabda Rasulullah saw. doa adalah sumsumnya ibadah. Sungguh banyak nash-nash syar’i yang memerintahkan agar seorang mukmin banyak-banyak berdoa kepada Allah swt.  antara lain firman Allah:

“Berdoalah kamu sekalian kepada-Ku niscaya akan Kukabulkan. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari ibadah kepada-Ku akan masuk ke dalam jahannam dalam keadaan hina-dina.” (QS Al An’am 60)

Firman Allah lainnya:

Lanjutkan membaca Adab dalam Berdoa

Dakwah Keluarga

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS At Tahrim 6)

keluarga impian
keluarga bahagia adalah impian kita

Ketika seseorang belum menikah, maka keluarganya adalah orang tua dan saudara-saudaranya, sehingga keluarga inilah yang seharusnya mendapatkan prioritas untuk didakwahi, tanpa menelantarkan kewajiban berdakwah kepada yang lain. Pemahaman medan dakwah dan kedekatan dengan objek dakwah sangatlah diperlukan dalam berdakwah, sehingga cukup tepatlah jika anggota keluarga menjadi dai bagi keluarga itu sendiri.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasulullah saw. bersabda, “Tegakkan aturan-aturan Allah walaupun kepada keluarga dekat atau kepada orang lain. Jangan hiraukan celaan orang lain dalam menjalankan hukum-hukum Allah.”

Ketika kita mengingat kembali pada periode awal dakwah ini, akan terlihat jelas betapa pentingnya dakwah kepada keluarga. Bibit-bibit pertama pada periode sirriyah (rahasia) terdapat dalam rumah Nabi saw. Lanjutkan membaca Dakwah Keluarga

Boastful and Refuse Paradise

once proud ... now scrap
once proud … now scrap (Photo credit: Leonard John Matthews)

Boastful attitude may caused by having lots of wealth, the beautiful face, or widely learned. Therefore, it is not amazing when this such virus may injects everyone. Anybody has to be cautious.

Anything we have, indeed, is originated from Allah and it may leaves us or we do leave it at any time. It is often happened in a trice.

Someone who commits good deeds is not proper to be boastful though. Even less until he thinks that the good deeds he did will bring him to the heaven or evade him from the hell-fire. Lanjutkan membaca Boastful and Refuse Paradise