Jihad Bukan Kejahatan

Pengertian dan Hakikat Jihad

Menurut arti bahasa, jihad adalah bersungguh-sungguh. Jahada fi al amri, artinya berusaha dengan sungguh-sungguh. Dengan mendasarkan pada pengertian bahasa tersebut, oleh sebagian tokoh agama dan intelektual, kata jihad diimplementasikan dalam banyak aspek. Maka, menurut mereka, semua kegiatan kebaikan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh adalah jihad. Menuntut ilmu, bekerja, atau berbagai kegiatan lain, bila dilakukan secara sungguh-sungguh dan bertujuan baik semua adalah jihad.

Tetapi, jihad tidak boleh dibatasi pengertiannya hanya menurut arti bahasa saja. Karena, di samping arti bahasa jihad juga memiliki makna istilah yang digali dari nash-nash syar’i yang menjelaskan tentang perintah jihad. Berdasarkan istilah syar’i itulah jihad memiliki makna yang spesifik yang berbeda dengan makna lughawinya (bahasa). Menurut Syekh Taqiyyudin an-Nabhany dalam kitabnya Syakhshiyyah Islamiyyah jilid II, jihad diartikan sebagai “qitaalu al-kuffari fii sabilillahi li i’lai kalimatillahi”, yaitu memerangi orang-orang kafir di jalan Allah dalam rangka meninggikan kalimat Allah (Islam). Lanjutkan membaca Jihad Bukan Kejahatan

Kelezatan Taqwa

Taqwa Wallpaper
Taqwa Wallpaper (Photo credit: Syukran.com)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ ١٠٢

Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kalian kepada Allah dengan taqwa yang sebenar-benarnya, dan janganlah sekali-kali kalian mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (QS. Ali Imran : 102 )

Istilah taqwa sudah amat sering di dengar. Kalimat ini bahkan setiap pekan selalu di kumandangkan dari mimbar-mimbar shalat Jum’at. Meski demikian, saking populernya kalimat taqwa seolah terasa tidak isimewa lagi. Makna hakikinya menjadi hilang dan berhenti hanya menjadi sekedar slogan. Kalau demikian halnya, maka bagaimana kita dapat merasakan lezatnya esensi ketaqwaan ?

Hakikat Taqwa

Ditinjau dari segi bahasa ‘taqwa’ berasal dari bahasa Arab; waqaa, yaqii, wiqayatan, yang artinya menjaga, melindungi, dan waspada. Kata kerja ittaqaa yang sering diartikan bertaqwa juga berarti takut kepada sesuatu dan berhati-hati terhadap sesuatu, atau berarti meminta perlindungan kepada sesuatu dan menjauhkan diri dari sesuatu. Al Qur´an dan Sunnah telah mengupas tuntas dan gamblang nilai taqwa yang hakiki. Dari sekian banyak ayat dan hadits, umumnya penggunaan kata taqwa berlaku dalam dua konteks. Pertama, taqwa sebagai proses, yakni berupa perintah langsung untuk bertaqwa. ’’Bertaqwalah kamu kepada Allah agar kamu beruntung ’’ ( QS.Ali Imran ;130 ). Kedua, taqwa sebagai hasil, yakni merupakan dampak suatu amal. ’’Hai orang-orang yang beriman, diwjkibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu nagar bertaqwa. ( QS.Al Baqarah :183 ) Lanjutkan membaca Kelezatan Taqwa