Lebaran in Indonesia and Ketupat

Eid will be here soon. If you are Indonesian, you’re surely familiar with ketupat. Eid al Fitr ketupat tradition has become an inseparable part of Indonesian society.

Why ketupat? When was the tradition of making ketupat started? Unfortunately, there is no scientific references on this special food. However, there are estimates which stated that tradition of making ketupat has existed since the advent of Islam to Java, circa 1400’s.

Lanjutkan membaca Lebaran in Indonesia and Ketupat

Konspirasi Kafir Barat Menyerang Ummat Islam

Konflik yang hingga kini masih berlangsung di Maluku dan sekitarnya sejatinya adalah konflik antara kaum muslimin dengan orang-orang kafir yang didukung oleh negara-negara kafir Barat terutama AS, Australia dan Belanda. Posisi kaum kafir di daerah itu yang sudah sangat terdesak –meskipun merekalah pemicu konflik pertama kali– mendorong mereka untuk menginternasionalisasikan konflik dalam negeri itu. Sedemikian rupa kekhawatiran mereka sampai-sampai dubes AS untuk Indonesia, Robert Gelbard, dengan arogan memberikan statemen dalam wawancaranya dengan harian The Washington Times seperti dikutip Antara dari New York, Jum’at (1/9): “Kami sangat prihatin mengenai peluang yang ada di Indonesia sekarang ini yang menjadi masyarakat terbuka bagi kelompok ekstrim, termasuk kelompok ekstrim dari luar negeri, untuk mencari lubang dan menanamkan akarnya di Indonesia. Kami percaya (masuknya teroris asing) itu telah mulai.” Katanya (Sinar Pagi,02/09/2000)

Gelbard yang dekat dengan Menlu AS Madeline Allbright dan Dubes AS di PBB Richard Holbrooke (dua-duanya orang Yahudi) mengatakan : “Yang tidak bisa dimaafkan adalah ada orang, termasuk Menlu yang terus-menerus menabuh genderang menentang intervensi asing di Maluku, di mana tidak ada hantu intervensi di sana.”

Kenapa Gelbard begitu arogan dan melampaui batas tata krama seorang diplomat hingga mengobok-obok negeri Islam Indonesia? Lanjutkan membaca Konspirasi Kafir Barat Menyerang Ummat Islam

Definisi Surga dalam Pandangan berbagai Agama

rambu rambu menuju surga

dicari lowongan buat calon penghuni surgaSurga atau sorga berasal dari bahasa Sanskrit (Sanskerta) yaitu svarga, kemudian diserap dalam bahasa Indonesia yaitu surga dan dalam bahasa Jawa yaitu swarga. Svarga berasal dari dua suku kata, svar yang artinya cahaya dan ga yang artinya perjalanan. Berarti, surga pada mulanya mempunyai makna perjalanan menuju cahaya atau menjadi satu dengan cahaya. Ini adalah pandangan surga dalam agama Hindu. Dalam kamus basa Jawa, swarga merupakan alam yang penuh kenikmatan tempatnya para sukma orang-orang yang hidupnya penuh dengan kebajikan. Dalam pengertian semula, surga itu adanya ya sekarang ini. Tidak menunggu hingga hancurnya alam semesta ini.

Menurut agama Buddha, surga juga ada di dunia ini. Bukan suatu yang ada di luar dunia. Dari lima jenis alam dalam agama Buddha, surga berada di tingkat ke-tiga. Tingkat paling dasar yaitu neraka kemudian alam manusia, tingkat ke-tiga yaitu surga, ke-empat alam rupaloka dan yang terakhir alam arupaloka. Tujuan akhir manusia menurut Buddha adalah nirwana (nirvana). Kata ini sebenarnya berarti padam. Bukan tidak ada. Suatu kebahagiaan luar biasa yang tak terjangkau indra. Itulah nirwana. Jadi, tujuan akhir manusia menurut Buddha adalah nirwana bukannya surga. Intinya, baik Hindu maupun Buddha surga hanyalah sasaran untuk dapat melanjutkan perjalanan spiritual manusia. Bukan perjalanan akhir untuk mendapatkan kebahagiaan atau kesenangan.

Dalam pandangan Islam, surga adalah tempat bagi hamba-hamba Allah yang beriman kepada Nya dan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan Nya. Tempat yang memberikan kenikmatan hidup yang belum pernah dirasakan ketika hidupnya di dunia dan sebagai balasan atas jerih payahnya memenuhi perintah Allah dan menjauhi larangan Nya. Tetapi sebenarnya, dalam Al-Qur’an tidak ada kata surga. Yang ada hanyalah jannah (jamak: jannât). Dan jannah itu seluas bumi dan langit. Jannah tidak hanya satu, melainkan sebanyak manusia yang akan menempatinya. Jannah berarti kebun atau taman. Dalam benak kita tergambar banyak pohon buah-buahan yang ada di dalamnya atau tempat peristirahatan, ada sungai-sungai untuk rekreasi, ada kamar peristirahatan dengan dipan-dipan yang tertata anggun. Kita juga membayangkan ada bidadari-bidadari yang cantik dan masih muda yang tak akan pernah tua dan akan jadi istri kita jika kita masuk surga.

Dari sudut tata bahasa, kata jannah berasal dari kata kerja jan-na [ﺠﻦ] yang artinya menutupi, menyembunyikan atau menudungi. Maka, dalam kiasan, jannah merupakan sesuatu yang masih tersembunyi, tertutup dari pandangan mata fisik atau mata jasmani.

Allah menguji manusia agar berlomba-lomba menuju (kembali) kepada Allah dengan surga. Semua ibadah yang kita lakukan hendaknya lebih mengharap ridho Allah sedangkan pahala adalah Allah yang menentukan.
Nama-nama Surga yaitu Jannatu’l-Firdaus(yaitu surga yang tertinggi). Jannatu’l-Adn, Jannatu’l-Khulûd, Jannatu’n-Na’îm, Jannatu’s-Salâm, Jannatu’l-Jalâl, Jannatu’l-Ma’wa.

Adapun macam-macam Surga antara lain:

  1. Jannatu’l-Ikhtishash, ialah surga yang diperuntukkan mereka:
    1. anak-anak kecil yang meninggal sebelum dikenakan kewajiban agama.
    2. siapa saja yang dikehendaki Allah.
    3. mereka yang hilang akalnya, kelakuannya baik ketika masih normal, kemudian menderita sakit ingatan sehingga meninggal.
    4. mereka yang percaya ke-Esaan Allah yang diperoleh karena menyelidiki sendiri terhadap bukti-bukti ke-EsaanNya yang bertebaran di alam semesta/dunia fana.
    5. mereka yang hidup pada periode dua Rasul, yang tidak sampai dakwah Rasul kepadanya.
    6. mereka yang menerima dakwah ahli tauhid kepadanya, sungguh pun tidak seasli yang dibawa Rasulnya.
  2. Jannatu’l-Mîrâts, yaitu surga yang disediakan bagi mereka yang tadinya kafir, kemudian beriman. Karena tempat-tempat tersebut tidak jadi diisi, maka diberikan atau diwariskan kepada mereka, di samping tempat-tempat yang ditentukan sendiri bagi penghuni surga (Q.S. Al-Hadîd: 10).
  3. Jannatu’l-‘Amal, yaitu surga yang disediakan bagi mereka orang-orang Mukmin berdasarkan amal perbuatan mereka ketika hidupnya di dunia.
petunjuk ke surga atau ke neraka
jalan yang salah bisa menuntun ke neraka, jadi jangan salah pilih jalan

Terakhir disunting pada 17 Maret 2014, bagi yang merasa menciptakan gambar-gambar di atas, silakan klaim di sini, karena saya lupa sumbernya.