Mendidik Anak Unggul untuk Menghadapi Masa Depan

Anak Unggul

anak unggulan
ilustrasi

Ini era globalisasi, jaman iptek. Kalau mau mengikuti ulasan Tofler, maka manusia modern telah melalui dua gelombang besar peradabannya, era pertanian dan era industri. Sekarang, kata Tofler, manusia sedang memasuki gelombang ketiga yang penuh kejutan-kejutan besar, era reformasi.

Ulasan Tofler itu dijadikan rujukan oleh John Naisbitt. Cuma yang terakhir ini mencoba memberi isi yang menjadi ciri dari setiap gelombang. Pada era pertanian, kata Naisbitt, manusia berhubungan dengan alam. Pada era industri manusia berhubungan dengan pabrik. Dan pada era informasi manusia berhubungan dengan manusia. Manusia adalah makhluk super kompleks. Karena itu berhubungan dengan manusia mempunyai banyak dimensi yang serba kompleks.

Karena teknologi transportasi dan telekomunikasi sudah sedemikian canggih, maka hubungan antartempat dan antarmanusia berlangsung dengan cepat. Filosofi materialisme yang telah mendominasi dunia membuat ukuran dan target hidup manusia, baik pada skala individual maupun sosial, juga terangkai dalam deretan angka-angka. Ini memberikan stimulasi baru untuk memperkokoh posisi waktu dan kemudian menjelmakannya secara sosial dalam bentuk makna ini, yaitu kecepatan. Kecepatan adalah standar sosial. Sampai di sini, maka informasi, di zaman ini, adalah salah satu kekuatan baru. Lanjutkan membaca Mendidik Anak Unggul untuk Menghadapi Masa Depan

Istri Ideal di Hadapan Pria

Woman wearing a hijab (Muslim veil or headscar...
Woman wearing a hijab (Muslim veil or headscarf) at the 2006 Arabic Arts Festival in Liverpool. (Photo credit: Wikipedia)

Agak sulit mendefinisikan siapa sebenarnya istri ideal di hadapan laki-laki. Karena pandangan seorang pria terhadap masalah ini sangat tergantung pada siapa dan bagaimana dia dia memandangnya. Pandangan pria terhadap istri ideal setidaknya dipengaruhi tiga faktor. Pertama, cara berpikir dan pandangan hidup pria tersebut. Kedua, hawa nafsu pria tersebut. Ketiga, panggilan fitrah dirinya.

Seorang yang bergulat di dunia bisnis boleh jadi memandang bahwa wanita karir merupakan wanita ideal. Pria yang berselera seni memandang bahwa wanita yang menyukai seni merupakan wanita idealnya. Karena cara berpikir, pandangan hidup, dan hobi seseorang sangat berpengaruh dalam menentukan hal ini. Lanjutkan membaca Istri Ideal di Hadapan Pria

Boastful and Refuse Paradise

once proud ... now scrap
once proud … now scrap (Photo credit: Leonard John Matthews)

Boastful attitude may caused by having lots of wealth, the beautiful face, or widely learned. Therefore, it is not amazing when this such virus may injects everyone. Anybody has to be cautious.

Anything we have, indeed, is originated from Allah and it may leaves us or we do leave it at any time. It is often happened in a trice.

Someone who commits good deeds is not proper to be boastful though. Even less until he thinks that the good deeds he did will bring him to the heaven or evade him from the hell-fire. Lanjutkan membaca Boastful and Refuse Paradise

Kesadaran berislam

English: Source:Kashmir in India.
English: Source:Kashmir in India. (Photo credit: Wikipedia)

Masjid-masjid bertambah banyak. Pemuda dan pelajar serta mahasiswa membanjiri masjid dan mushola. Berbagai kegiatan diadakan di sana. Ramadhan dan hari-hari besar ramai dengan kegiatan keislaman. Acara diskusi dan seminar tentang Islam banyak dikunjungi mahasiswa dan cendekiawan. Pesantren dan pondok didatangi mahasiswa yang ingin belajar Islam kepada kyai-kyai. Kajian-kajian Islam selalu menarik perhatian. Buku-buku tentang Islam membanjiri pasaran dan dinyatakan paling laris. Kita semua mengatakan ini semua sebagai alamat tumbuhnya kesadaran beragama di kalangan ummat Islam.

Banyak pejabat pemerintah menunaikan ibadah haji. Di kantor-kantor pemerintah dan lembaga-lembaga swasta diperintahkan untuk didirikan masjid dan mushola, bahkan juga tempat-tempat hiburan dan wisata. Kita menyebutnya kesadaran mulai tumbuh di lingkungan pejabat muslim.

Lanjutkan membaca Kesadaran berislam

The Trustful Leader

LEADER
LEADER (Photo credit: FMG2008)

Upon returning from liberation of Yemen, Muslim soldiers brought several ghanimah (loots of war) to Medina and delivering it to Caliph Omar ibn Khattab. The Caliph shared a piece of clothes from the ghanimah to all citizen of Medina then.

After being equally divided, Omar got a piece one. Because the clothes was not fit to him, it could cover to his thigh only. He, then, ask his son, Abdullah, to give his clothes. Then Omar restyled both of the clothes he got so that it covered the ankles.

He, then, get a podium, “O, ye you all, listen to what I’ll convey …” Suddenly, Salman al-Farisi interrupted him, “O, ye Amir al Mu’minin, I won’t listen and obey to your words!” Omar asked, “Why is that?”
Lanjutkan membaca The Trustful Leader