Berhati-hatilah dengan Lisan Kita

jaga lisan bro
Sst! (Photo credit: Google Image)

Kadang kita tidak sadar dengan apa yang telah kita ucapkan. Tiba-tiba keluar ucapan dari mulut kita tanpa kita ketahui apakah yang telah kita ucapkan itu memuji Allah atau malah mengumpat. Besar kemungkinan ketidaksadaran itu muncul akibat dari kebiasaan kita.

Bagus, jika ketidaksadaran tersebut muncul dari kebiasaan yang baik. Akan tetapi, sayang jika ketidaksadaran tersebut merupakan buah dari kebiasaan buruk. Misalnya, ketika dengan tidak sengaja kita terpeleset dan jatuh, alam bawah sadar kita akan mengatakan sebagaimana yang biasa kita ucapkan. Apakah kita akan mengucapkan Innalillahi atau kita akan mengumpat. Itulah hasil dari kebiasaan kita, berkata baik atau mengumpat.

Lanjutkan membaca Berhati-hatilah dengan Lisan Kita

Iklan

Dakwah Keluarga

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS At Tahrim 6)

keluarga impian
keluarga bahagia adalah impian kita

Ketika seseorang belum menikah, maka keluarganya adalah orang tua dan saudara-saudaranya, sehingga keluarga inilah yang seharusnya mendapatkan prioritas untuk didakwahi, tanpa menelantarkan kewajiban berdakwah kepada yang lain. Pemahaman medan dakwah dan kedekatan dengan objek dakwah sangatlah diperlukan dalam berdakwah, sehingga cukup tepatlah jika anggota keluarga menjadi dai bagi keluarga itu sendiri.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasulullah saw. bersabda, “Tegakkan aturan-aturan Allah walaupun kepada keluarga dekat atau kepada orang lain. Jangan hiraukan celaan orang lain dalam menjalankan hukum-hukum Allah.”

Ketika kita mengingat kembali pada periode awal dakwah ini, akan terlihat jelas betapa pentingnya dakwah kepada keluarga. Bibit-bibit pertama pada periode sirriyah (rahasia) terdapat dalam rumah Nabi saw. Lanjutkan membaca Dakwah Keluarga

Da’wa with Love

As for this recent age, da’wa may not be committed with violence or other ways which bring about hatred and hostility. Indeed, da’wa should get the people closer each other, and doesn’t avoid human beings from the guidance of Allah as well. It should bring about love and mercy, not implant hatred and hostility instead. (al-‘adawa wa ‘l-baghda’)

In the very monumental book, “Da’wa (proselytizing) in the globalisation era” (Khitabuna ‘l-Islam fi ‘Ashr al Awlamah), great scholar of the world, Dr. Yusuf al Qardawi appeal the Muslims to propagate with love. The religion, he said, at the core is love, that is love upon the truth, goodness, and peacefulness.

Da’wa, firstly, should be committed by inviting people to love Allah ta’ala. It’s because Allah is the source of grace, favors, and the Bestower of all goodness. (QS An-Nahl [16]: 53)

Actually, man is arrested of goodness (asar al-ihsan). He inclines to be good and to do goodness to everyone who is good and doing goodness for him. So, why isn’t he good and no to love Allah, the God who bestowed him goodness from the hair top to the toe tip? (QS Luqman [31]: 20)

Secondly, da’wa is committed by inviting people to love the nature. Differs from the Western, Qardawi explained that Islam is not against nature, but love it.

It has been narrated, when Rasulullah‘s tortured by the people of Taif, many people asked him prayed for cursing them. However, Rasul rejected it while he was saying, “For the sake of Allah, I wish from this country would be born your descendants who worship Allah. O, Allah, bestow for them Your guidance, because they, indeed (do misdeed) because of their neglect.” (HR Bukhari and Muslim)

So, Rasulullah had started and gave us uswah hasanah (good pattern) of da’wa with love. Imam al-Shahid Hasan al-Banna continued and urged it. He said, “Naghzu ‘l-naas bi ‘l-hubb la bi ‘l-sayf.” (We will fight against humans with love, not with swords)

Teladan dan Idola Keluarga

Asian Idol
Asian Idol (Photo credit: Wikipedia)

Dr. Imaduddin Khalil dalam bukunya Muasyaratu fi ‘Ashri As Sur’ah menceritakan bahwa di salah satu pusat pendidikan amerika pernah berkumpul seluruh pakar pendidikan negeri itu. Mereka berdiskusi tentang cara terbaik untuk menyebarkan pengaruh amerika ke segala penjuru dunia. Hal itu dalam rangka penyebaran ideologi saat perang dingin melawan Soviet. Salah seorang dari mereka mengusulkan agar mereka menentukan dan menginternasionalkan sosok-sosok pribadi ala Amerika yang menjadi dewa penyelamat yang sedang melanda dunia saat ini. Setelah terjadi perbincangan agak lama, akhirnya mereka menetapkan sosok itu sebagai ‘Superman’. Rencana ini digulirkan dan direalisasikan dalam praktek nyata. Mereka memproduksi film-film, kartun, gambar, poster, stiker, dan lain-lain agar anak-anak di seluruh dunia mengidolakan tokoh-tokoh itu. Lanjutkan membaca Teladan dan Idola Keluarga