Iman Hidup, Hidup Nyaman

perjalanan hidup
Perjalanan

Malam itu Saad bin Abi Waqqash keluar dari tendanya. Ia ingin buang air kecil. Dicarinya tempat yang tersembunyi dan gelap, di situlah ia melepas hajatnya. Tapi kemudian ia tertegun, air seninya tak langsung mengenai tanah tapi mengenai sebuah benda. “Ah itu suara kulit kena air.” Segera setelah beristinja’ ia mengambil kulit tadi, membersihkannya, lalu membawanya pulang ke tenda. Setibanya di tenda, kulit itu pun dimasak untuk kemudian dimakan.

Itulah salah satu malam di antara seribu hari yang penuh dengan kesulitan dalam kehidupan Rasulullah dan para sahabat dan karib kerabatnya. Mereka diboikot habis-habisan oleh penduduk Mekkah. Mereka seperti dipenjara dalam sebuah penjara besar yaitu bukit Tsi’ib. Tak seorang pun berani mendekat kepada mereka, berniaga, apalagi memberi bantuan pangan. Hidup mereka betul-betul dihimpit kesulitan, apalagi setelah persediaan makanan mereka habis sama sekali. Mereka benar-benar seakan terasingkan dari kehidupan, tak bebas bergerak, tak bebas bergaul, apalagi mengambil peran dalam masyarakat. Tiga tahun bukanlah waktu yang singkat untuk menghadapi penderitaan berat ini.

Lanjutkan membaca Iman Hidup, Hidup Nyaman

Iklan

Teladan dan Idola Keluarga

Asian Idol
Asian Idol (Photo credit: Wikipedia)

Dr. Imaduddin Khalil dalam bukunya Muasyaratu fi ‘Ashri As Sur’ah menceritakan bahwa di salah satu pusat pendidikan amerika pernah berkumpul seluruh pakar pendidikan negeri itu. Mereka berdiskusi tentang cara terbaik untuk menyebarkan pengaruh amerika ke segala penjuru dunia. Hal itu dalam rangka penyebaran ideologi saat perang dingin melawan Soviet. Salah seorang dari mereka mengusulkan agar mereka menentukan dan menginternasionalkan sosok-sosok pribadi ala Amerika yang menjadi dewa penyelamat yang sedang melanda dunia saat ini. Setelah terjadi perbincangan agak lama, akhirnya mereka menetapkan sosok itu sebagai ‘Superman’. Rencana ini digulirkan dan direalisasikan dalam praktek nyata. Mereka memproduksi film-film, kartun, gambar, poster, stiker, dan lain-lain agar anak-anak di seluruh dunia mengidolakan tokoh-tokoh itu. Lanjutkan membaca Teladan dan Idola Keluarga

Kata Mutiara Syeikh Ahmad Yassin

 

syeikh ahmad yassin
Syeikh Ahmad Yassin sewaktu hidup

Ahmad Ismail Yasin dilahirkan pada tahun 1938 di desa el Jaura pinggiran el Mijdal, selatan Jalur Gaza. Mengungsi bersama keluarganya ke Jalur Gaza setelah perang Palestina (nakbah) tahun 1948. Bersama para aktivis perlawanan Islam (Islamiyun) Palestina, beliau mendirikan organisasi perlawanan, Gerakan Perlawanan Islam “Hamas” – Palestina, di Jalur Gaza pada tahun 1987.

Senin subuh 22 maret 2004, adalah hari kebahagiaannya; syahid menemui kekasih tercintanya, setelah 3 rudal yang dilepaskan melalui helikopter Apache milik komplotan jahanam Zionis menghantam tubuhnya yang lumpuh total.

Almarhum tidak cuma pantas dikenang kegigihannya dalam melakukan perlawanan terhadap penjajah israel. Ucapannya pun tak bisa dilupakan. Banyak di antara ucapannya yang sangat menggugah.

Serangan itu adalah upaya kesekian kali untuk mengakhiri hidup figur kharismatik yang saban hari tak bisa lepas dari kursi roda itu. Tanggal 6 September 2003, rudal juga pernah ditembakkan ke arah syeikh yasin. Saat itu alamarhum ‘hanya’ luka tangan kanannya.

Kita ikhlaskan Syeikh Yassin menemui syahid. Insya allah akan muncul Ahmad Yasin-Ahmad Yasin berikutnya. “Hamas akan terus tumbuh, mengakar tidak saja di Palestina dan dunia Arab, tetapi bahkan di dunia.” Ujarnya suatu saat.

Lanjutkan membaca Kata Mutiara Syeikh Ahmad Yassin