Seruan untuk Mempertahankan Palestina

palestina
palestina (Photo credit: joseba m. arginzoniz martin)

Setelah pertemuan dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Grand Imam Al-Azhar Ahmed El-Tayeb menegaskan bahwa Yerusalem (Al-Quds) bukanlah sekadar tanah yang ditempati, tetapi “tempat suci Islam dan Kristen.”

Dalam sebuah pernyataan setelah pertemuan itu, sang imam besar meminta kementerian pendidikan Arab untuk mempersiapkan kurikulum menyoroti nilai sejarah Yerusalem.

El-Tayeb juga mengecam pembangunan permukiman hanya untuk Yahudi yang sedang berlangsung di tanah Palestina, dan di Yerusalem pada khususnya, yang menunjukkan bahwa praktek tersebut merupakan suatu pelanggaran hukum internasional.

“Semua kelompok Palestina harus bersatu dalam menghadapi Zionis, yang berusaha untuk mencerabut semua warga Palestina dari Yerusalem dan Gaza,” tambahnya.

Menurut El-Tayeb, Abbas menyampaikan saran untuk mencapai rekonsiliasi Palestina, khususnya antara kelompok yang bersaing, Hamas dan Fatah, agar “menciptakan dasar di mana suatu kesepakatan dapat dicapai dengan Mesir sebagai mediator.”

Pada konferensi pers setelah pertemuan, Abbas menekankan “peran sentral” yang dimainkan oleh Al-Azhar Mesir dalam segala hal yang berkaitan dengan Yerusalem dan dunia Islam yang lebih luas.

Diterjemahkan dari sumber ini

Iklan

Yahudi Motivator Kejahatan

Conspiracy
Conspiracy (Photo credit: Norte_it [Dario J Laganà])
Orang-orang yahudi dan nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya). Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” Al Baqoroh 120

Pendahuluan

Masalah yahudi dan zionisme adalah masalah dunia. Hampir setiap bangsa tersentuh kejahatannya. Oleh sebab itu membicarakan mengenai tingkah laku dan ulah yahudi dalam perjalanan umat manusia mengalami kesulitan yang amat sangat. Memang sifat ketertutupan yahudi merupakan trade mark yang unik sejak dahulu kala. Karenanya, mengankat tema pembicaraan tentang keyahudian memerlukan bahan acuan yang kaya akan bukti-bukti akurat yang telah teruji validitasnya.

Namun demikian, sejak sekitar satu setengah abad yang silam ada beberapa buku mengenai aktivitas yahudi yang sempat beredar, satu di antaranya adalah buku Konglomerat Rothschild, karya Demachy. Sayangnya, buku ini tak banyak disoroti orang, khususnya tentang keluarga Rothschild dari sisi politik. Padahal mereka ini yang pada hakikatnya 50% setidaknya yang bertanggung jawab atas pertumpahan darah yang menimpa bangsa eropa sejak tahun 1770. masalah lain yang senada membeberkan ulah yahudi adalah berjudul Yahudi Internasional. Buku ini memaparkan kekuasaan yahudi atas Amerika dengan bahasa yang mudah dipahami.

Begitu pula mengenai dokumen rahasianya dalam Protokol Zionisme yang ditulis oleh Prof Nilus. Dalam kata pengantarnya ia berseru kepada bangsanya agar berhati-hati akan satu bahaya yang belum terjadi. Dengan seruan itu terbongkarlah niat jahat Yahudi dan huru-hara pun tak bisa dikendalikan lagi, di mana saat itu telah terbantai lebih kurang 10.000 orang yahudi. Theodore Herzl, tokoh zionis internasional berteriak geram atas terbongkarnya protokolat mereka yang rahasia itu, karena tercuri dari pusat penyimpanannya yang dirahasiakan. Lanjutkan membaca Yahudi Motivator Kejahatan

Sifat-sifat Yahudi

Satu-persatu pemimpin para mujahid Muslim Palestina menjemput kesyahidan akibat dibunuh secara kejam oleh kaum zionis Israel. Setelah pemimpin Hammas Syaikh al-Mujahid Ahmad Yassin dibunuh Israel pada 18 April 2004, belum sebulan kemudian, Abdul Aziz ar-Rantissi, pengganti Syaikh Yassin, juga mengalami hal yang sama.

Inilah pelaksanaan sumpah Perdana Menteri Israel Ariel Sharon yang akan terus membantai para mujahid Muslim Palestina dan para pemimpin mereka. Seperti biasa, kekejaman Yahudi Israel atas para mujahid Palestina itu mendapat dukungan sekutu terdekatnya, yakni Amerika (AS). AS juga yang selalu memveto resolusi PBB yang mengutuk pembantaian yang dilakukan teroris Israel atas kaum Muslim Palestina, termasuk ketika Syaikh Yassin terbunuh. Kenyataan ini semakin menunjukkan bahwa ‘perang melawan terorisme’ yang diusung oleh AS bukanlah perang terhadap ‘terorisme yang sebenarnya’, melainkan perang terhadap Islam dan umatnya.

Mengapa semua itu terjadi? Pertama, kuatnya lobi Yahudi di AS. Ariel Sharon pernah berkata kepada Simon Peres yang mengkhawatirkan Israel akan kehilangan bantuan AS jika negeri ini tidak menghentikan berbagai serangan. Sharon menjawab, Lanjutkan membaca Sifat-sifat Yahudi

Konspirasi Kafir Barat Menyerang Ummat Islam

Konflik yang hingga kini masih berlangsung di Maluku dan sekitarnya sejatinya adalah konflik antara kaum muslimin dengan orang-orang kafir yang didukung oleh negara-negara kafir Barat terutama AS, Australia dan Belanda. Posisi kaum kafir di daerah itu yang sudah sangat terdesak –meskipun merekalah pemicu konflik pertama kali– mendorong mereka untuk menginternasionalisasikan konflik dalam negeri itu. Sedemikian rupa kekhawatiran mereka sampai-sampai dubes AS untuk Indonesia, Robert Gelbard, dengan arogan memberikan statemen dalam wawancaranya dengan harian The Washington Times seperti dikutip Antara dari New York, Jum’at (1/9): “Kami sangat prihatin mengenai peluang yang ada di Indonesia sekarang ini yang menjadi masyarakat terbuka bagi kelompok ekstrim, termasuk kelompok ekstrim dari luar negeri, untuk mencari lubang dan menanamkan akarnya di Indonesia. Kami percaya (masuknya teroris asing) itu telah mulai.” Katanya (Sinar Pagi,02/09/2000)

Gelbard yang dekat dengan Menlu AS Madeline Allbright dan Dubes AS di PBB Richard Holbrooke (dua-duanya orang Yahudi) mengatakan : “Yang tidak bisa dimaafkan adalah ada orang, termasuk Menlu yang terus-menerus menabuh genderang menentang intervensi asing di Maluku, di mana tidak ada hantu intervensi di sana.”

Kenapa Gelbard begitu arogan dan melampaui batas tata krama seorang diplomat hingga mengobok-obok negeri Islam Indonesia? Lanjutkan membaca Konspirasi Kafir Barat Menyerang Ummat Islam

Satu Lagi tentang Freemason

Tanggal 2 Juli 2009 lalu, The New York Times mengulas sengketa organisasi freemason Amerika, sebuah organisasi persaudaraan internasional milik zionis-Yahudi. Pangkal sengketa itu adalah pengangkatan seorang anggota yang bukan putih (kulit hitam) sebagai petingginya. Bagi anggota freemason lain, pengangkatan Grand Master bukan dari kulit putih dianggap keluar dari tradisi.

Orang yang paling diributkan itu adalah pemuda bernama Victor Marshall (21), seorang laki-laki pemalu anggota cadangan militer angkatan darat AS.

Sebelum itu, tepatnya Mei 2008, penulis ternama Harun Yahya kembali dipenjara karena tekanan freemason. Menurutnya, freemason pusat berkirim surat ke markasnya di Turki untuk menanyakan bagaimana bias orang seperti Harun Yahya bebas berkeliaran.

Tidak banyak yang tahu — bahkan warga AS sendiri — tentang adanya pemerintah bayangan di AS Lanjutkan membaca Satu Lagi tentang Freemason